Tampilkan postingan dengan label model pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label model pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Pemetaan KD K13 Kelas 5 Semester 2 KI 4 Keterampilan Revisi Terbaru

Kompetensi Dasar merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran. Pemetaan Kompetensi Dasar merupakan pemetaan tiap Kompetensi Dasar dari masing-masing muatan pelajaran yang diajarkan dalam tema tertentu. Berikut Pemetaan KD kelas 5 semester 2 Kompetensi Inti Keterampilan (KI 4) yang mencakup Tema 6,Tema 7,Tema 8 dan Tema 9 :
Download Pemetaan KD K13 Kelas 5 Semester 2 KI 4 Keterampilan Revisi Terbaru
BACA SELENGKAPNYA...

Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu

Definisi Pembelajaran Tematik Terpadu
Di awal tahun tahun pelajaran 2013/2014 kurikulum 2013 mulai dilaksanakan/diujicobakan di beberapa sekolah sasaran. Pembelajaran dalam kurikulum 2013 ini menggunakan model pembelajaran tematik yaitu model pembelajaran tematik terpadu. Berikut SHEV’s Blog share definisi/konsep model pembelajaran tematik terpadu :
Pembelajaran Tematik Terpadu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang mereka pelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya.
Pelaksanaan pembelajaran Tematik Terpadu berawal dari tema yang telah dipilih/dikembangkan oleh guru yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pembelajaran tematik ini tampak lebih menekankan pada Tema sebagai pemersatu berbagai mata pelajaran yang lebih diutamakan pada makna belajar, dan  keterkaitan berbagai konsep mata pelajaran. Keterlibatan  peserta didik dalam belajar lebih diprioritaskan dan pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan peserta didik,  memberikan pengalaman langsung serta tidak tampak adanya pemisahan antar mata pelajaran satu dengan lainnya.
BACA SELENGKAPNYA...

Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran kooperatif berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Model pembelajaran kooperatif (jigsaw,STAD,TPS,TGT,Numbered Heads Together,Group Investigation), disamping bertujuan untuk mencapai hasil belajar akademik,juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Banyak ahli yang berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Para pengembang model pembelajaran kooperatif telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Robert E. Slavin telah berusaha mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif secara berkelanjutan.
Model pembelajaran kooperatif dapat memberikan keuntungan baik bagi siswa lambat dalam belajar dan siswa yang cepat dalam belajar. kelompok siswa yang cepat dalam belajar akan menjadi tutor bagi siswa yang lambat dalam belajarnya, sehingga memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial teman sebaya ini, siswa kelompok cepat belajar akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberikan pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat dalam materi pelajaran tertentu.
Model pembelajaran kooperatif memiliki tujuan penting lainnya yaitu mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan berkolaborasi.Ketermpilan ini dapat membekali siswa kelak untuk hidup di masyarakat yang banyak berhubungan dengan orang dewasa dan dalam kegiatan berorganisasi yang penuh saling ketergantungan satu sama lain, apalagi mengingat keragaman budaya yang semakin pesat perkembangannya. Banyak orang muda dan orang dewasa masih kurang memiliki keterampilan sosial untuk bekerja dalam situasi kooperatif. Hal ini terbukti dengan banyaknya terjadi pertikaian/tawuran. Demikian sekilas tujuan dari model pembelajaran kooperatif. Semoga bermanfaat.
BACA SELENGKAPNYA...

Definisi Model Pembelajaran Inkuiri Menurut Para Ahli

Definisi Model Pembelajaran Inkuiri Menurut Para Ahli
Model Pembelajaran Inkuiri secara umum adalah berkaitan dengan suatu masalah melakukan penelitian serta menjawab suatu masalah. Ada beberapa pendapat yang berkaitan dengan definisi model pembelajaran inkuiri. Berikut Definisi Model Pembelajaran Inkuiri Menurut Para Ahli :
  • Menurut Kourilsky menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah suatu strategi yang kegiatannya berpusat kepada siswa, dimana siswa secara berkelompok mencari suatu jawaban atau solusi penyelesaian dari pertanyaan – pertanyaan atau masalah yang diberikan melalui prosedur yang telah digariskan secara jelas dan struktural kelompok
Baca Juga :
  • Menurut Bruce Joyce/Marsha Weil menjelaskan bahwa model Inkuiri adalah proses pemecahan masalah melalui langkah-langkah yang sistematis dan logis yaitu perumusan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis dan penarikan kesimpulan. 
  • Menurut Sapriya bahwa model inkuiri merupakan proses untuk bertanya serta mendorong motivasi belajar siswa pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan pendidikan menengah. Selanjutnya dikatakan Sapriya bahwa inkuiri lebih sekedar bertanya, inkuiri merupakan suatu proses mempertanyakan makna tertentu yang menuntut seseorang menunjukkan kemampuan intelektualnya supaya ide dan gagasan atau pemikirannya dapat dimengerti.
  • Menurut Roestiyah model pembelajaran inkuiri adalah suatu tekhnik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di kelas. Pelaksanaannya yaitu guru membagi tugas, meneliti suatu masalah, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membagi tugasnya di dalam kelompok. Hasil kerja mereka dalam kelompok didiskusikan di depan kelas, kemudian  membuat laporan yang tersusun baik.
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS)

Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS)
Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) atau disebut juga model pembelajaran berpikir berpasangan berbagi merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang berorientasi untuk mencapai tujuan model pembelajaran kooperatif itu sendiri. Model pembelajaran ini dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Frang Lyman.
Langkah-langkah pembelajaran Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS), yaitu:
Berpikir (Thinking)
Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan materi pembelajaran, kemudian meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir jawaban dari pertanyaan tersebut
Berpasangan (Pairing)
Guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban siswa.Pada tahap ini guru memberikan waktu kurang lebih 5 menit
Berbagi (Sharing)
Pada langkah ini, guru meminta setiap pasangan untuk berbagi jawaban hasil diskusinya dengan semua siswa dalam kelas. Siswa pasangan yang satu berbagi dengan pasangan yang lain.
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran TGT (Teams-Gaines-Tournaments)


Model Pembelajaran TGT (Teams-Gaines-Tournaments)
Model Pembelajaran TGT (Teams-Gaines-Tournaments) merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Slavin. Model pemebalajaran ini erat kaitannya dengan model pembelajaran kooperatif lainnya, yaitu STAD. Dalarn TGT, pebelajar memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin pada skor tim mereka. Permainan disusun dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan denganpelajaran yang dirancang untuk mengetes pengetahuan yang diperoleh pebelajar daripenyampaian pembelajaran di kelas dan kegiatan-kegiatan kelompok. Permainan itudimainkan pada meja-meja turnamen. Setiap Meja turnamen dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda, yang memiliki kemampuan setara.Permainan itu berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap-tiap pebelajar akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Turnamen ini memungkinkan bagi pebelajar dari semua tingkat untuk menyumbangkan dengan maksimal bagi skor-skor kelompoknya bila mereka berusaha dengan maksimal. Turnamen ini dapat berperan sebagai reviu materi pelajaran. Ada 5 (lima) komponen utama dalam model pembelajaran TGT, yaitu:
1. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran pembelajar menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah.
2. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang pebelajar yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
3. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat pebelajar dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Pembelajar memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Pembelajar yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan pembelajar untuk turnamen mingguan.
4. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah pembelajar melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembarkerja. Pada turnamen pertama pembelajar membagi pebelajar ke dalam beberapameja turnamen. Tiga pebelajar tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga pebelajar selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team Recognize (penghargaan kelompok)
Pembelajar kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40.(PLPG UNM)
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Berbasis Masalah


Model Pembelajaran Berbasis MasalahModel Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Pengajaran berbasis masalah, menurut Ibrahim dan Nur (2002) dikenal dengan nama lain seperti Project-Based Teaching (Pembelajaran berbasis Project), Experience-Based Education (Pendidikan berdasarkan pengalaman), Authentic Learning (Pembelajaran Autentic). Danm Anchored instruction (Pembelajaran berakar pada kehidupan nyata). Peranan guru dalam pembelajaran berbasis masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah Pembelajarannya sebagai berikut :
  • Guru menjelasakan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
  • Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan masalah tersebut 
  • Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, dan pemecahan masalah
  • Guru membantu siswa dalam merencanakan, menyiapkan karya yang sesuai sperti laporan, dan membantu mereka berbagai tugas dengan temannya
  • Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan prosesproses yang mereka gunakan
Jika ingin mengetahui gambaran isi kurikulum 2013 silahkan baca Usulan Rancangan Kurikulum 2013 SD
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together

Model pembelajaran Numbered Heads Together adalah salah satu jenis model pembelajaran kooperatif. Model ini dikembangkan oleh Spancer Kagan (1992), model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu juga dapat mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka.Berikut langkah-langkah pembelajarannya:
Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
  • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor urut;
  •  Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya;
  • Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini;
  • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor panggil, melaporkan hasil kerjasama mereka;
  • Tanggapan dari kelompok lain; dan
  • Dapat dilanjutkan untuk mengubah komposisi kelompok yang biasanya dan bergabung dengan siswa-siswa lain yang bernomor sama dari kelompok lain.
BACA SELENGKAPNYA...

Definisi Model Pembelajaran Menurut Para Ahli


Para ahli mendefinisikan model pembelajaran berbeda-beda, sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Berikut pendapat dua ahli tentang definisi model pembelajaran :
  • Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Syaiful Sagala, 2005).
  • Joyce dan Weil (2000:13) mengemukakan bahwa model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, rancangan unit pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran, program multi media, dan bantuan belajar melalui program computer.
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Group Investigation


Model Pembelajaran Group Investigation
Model pembelajaran group investigation dirancang oleh Herbert Thelen, selanjutnya dikembangkan oleh oleh Sharan dan kawan-kawannya. Dibandingkan dengan model STAD dan Jigsaw, group investigation merupakan model pembelajaran yang lebih kompleks dan paling sulit dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Pada model group investigation, sejak awal siswa dilibatkan mulai dari tahap perencanaan baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Dalam pelaksanaanya sesuai dengan tujuan model pembelajaran kooperatif, mempersyaratkan para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Pengelompokan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil antara 5-6 orang dapat bersifat heterogen . Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti/melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan
Langkah-langkah pembelajarannya yaitu. :
a. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
b. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
c. Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
d. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan
e. Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikanhasil pembahasan kelompok
f. Guru memberi penjelasan singkat dan sekaligus memberikan kesimpulan
g. Penutup.
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dikembangkan oleh Eliot Aronson dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. Seperti halnya pada Model STAD, pada model Jigsaw pun, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok antara 4-5 orang anggotanya yang bersifat heterogen. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks dan tiap siswa diberi tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian dari bahan akademik tersebut. Para anggota dari berbagai kelompok/tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari satu bagian bahan akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan tertsebut. Kelompok siswa yang dimaksud disebut kelompok ahli. Sesudah kelompok ahli berdiskusi dan menyelesaikan tugas, maka anggota dari  kelompok ahli  ini kembali ke kelompok awal untuk mengajar anggota lain dalam kelompok awal tersebut.
Langkah-langkah Pembelajarannya yaitu :
a. Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok heterogen antar 4-5 orang
b. Anggota dalam kelompok diberi bagian materi yang berbeda
c. Anggota dari Kelompok yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
d. Jika kelompok ahli selesai mendiskusikan tugasnya, maka anggota kelompok kembali ke kelompok awal untuk mengajar anggota lainnya dalam kelompok awal
e. Tiap kelompok/tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
f. Evaluasi
g. Kesimpulan/penutup
BACA SELENGKAPNYA...

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif
 Model pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Model pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar belum dikatakan selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Eggen dan Kauchak (dalam Trianto, 2007:42) yang menyatakan bahwa “Model pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk
BACA SELENGKAPNYA...
 
 
 
 
Copyright © SHEV's Blog