Pengembangan Silabus Pembelajaran

Sunday, March 25, 2012
Kemampuan praktis dalam mengembangkan silabus berarti terkait dengan kemampuan mengembangkan setiap komponen yang ada dalam silabus itu sendiri. Ada lima komponen utama dalam silabus yaitu :

1. Merumuskan tujuan
2. Menetapkan materi
3. Menetapkan metode
4. Menetapkan sumber belajar

5. Mengembangkan alat penilaian

Agar dalam mengembangkan setiap aspek silabus tersebut dapat dilakukan secara logis dan sistematis, maka perlumengikuti langkah tertentu yang akan membimbing dalam teknis pembuatannya. Hal ini penting karena
selain untuk mendapatkan kemudahan, juga mengingat bahwa silabus tidak berdiri sendiri. Silabus memiliki keterkaitan dengan kurikulum yang berlaku.
Adapun langkah-lngkah dalam mengembangkan silabus pembelajaran yaitu :

1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar

Kegiatan utamanya adalah melihat urutan konsep berdasarkan disiplin ilmu, tingkat kesulitan materi, keterkaitan atara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran ataupun antar mata pelajaran.

2. Mengidentifikasi materi pokok pembelajaran

Tetapkan pokok-pokok materi yang sesuai dan menunjang pencapaian kompetensi dasar.
3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan hendaknya direncakan untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisifasi aktif serta memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa,, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.


4. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi

Dalam menetapkan indikator harus jelas, dapat diamati, spesifik dan operasional. Stiap pengembangan indikator harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan maupun potensi daerah dan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional.
5. menentukan jenis penilaian
6. Menentukan alokasi waktu
7. Menetukan sumber belajar
Sumber belajar adalah yang dijadikan sumber rujukan unutuk memfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Sumber belajar tidak hanya dibatasi dengan buku ajar saja, tetapi dapat menggunakan sumber- sumber laian yang relevan seperti objek tertentu, media cetak maupun elektronik, narasumber, pesan,bahan, teknik, lingkungan fisik, sosial, alam, budaya, dan sumber-sumber lain yang siafatnya direncanakan maupun karena manfaatnya dapat digunakan.

Artikel Menarik Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

 
 
Copyright © SHEV's Blog